Fashion

Editor's picks

  • Twiggy, Tammy and Christopher Kane and Erin O'Connor

    Fit for the Queen

    When Jess Cartner-Morley was invited to Buckingham Palace, she had a late-night wardrobe crisis. And she wasn't the only one

  • Joseph

    Obituary: Joseph Ettedgui

    Retailer and founder of the eponymous womenswear label had a profound influence on how London shopped, dressed and ate in the late 20th century
Life & style

Special offers

  • Everything from exclusive designer labels to familiar high-street names
  • All your home, electrical and fashion needs met at bargain prices
  • Our selection of the best discount voucher codes, including top brands
  • A fabulous collection of ethical products, delivered to your door


Most recent

Models wear Prada

Fashion Statement: Who are fashion's golden couple?

A peek at the working relationship of fashion's most


Yves Saint Laurent exhibition
This is a now fashion week style.

Models


Most recent

Why are models still so thin?


New York fashion Week


Editors' picks



DESCRIPTION :

These are a image fashion



Hubungan Internasional di Dunia "Fashion"


DALAM bukunya Monuiarching A Field Guide lo Human Be-havi-our (1977), Desmond Morris mengungkapkan bahwa pakaian tak semata sebatas alat penutup badan, tetapi ia adalah produk budaya. Menurut dia, pakaian menampilkan peran sebagai pajangan budaya (cultural display) karena salah satu fungsinya sebagai ko-munikasi afiliasi budaya. Tesis tersebut terlihat ke-tika kita mengenali negara atau daerah berdasarkan dari pakaian yang dikenakan.

"Untuk itu, kita tahu kimono dari Jepang, kain sari khas India, dan sebagainya. Itu karena ada pengaruh hubungan internasional dalam fashion ujar Amalia Iskandar dalam presentasinya menyoal "Hubungan Internasional di Dunia Mode" pada di Auditorium CCF lalu.

Dalam paparan makalahnya, dunia fashion tak pelak dipaparkan secara detail dalam kacamata seorang antropolog Kki.iv.i. Manfaat hubungan internasional dalam fashion antara lain mengetahui budaya dan bahasa suatu daerah, mengamati kajian antropologi dan perilaku seseorang, membangun relasi bisnis, dan mengekspansi budaya.

Salah satu poin penting yang bisa diambil bagaimana konstruksi mempengaruhi antarbudaya sehingga dunia desainer berkembang lebih luas. Hingga tak hanya desain, persoalan budaya semisal anatomi tubuh hingga warna kulit pun perlu dipertimbangkan dalam mendesain fashion. Apalagi warga negara dunia yang majemuk memungkinkan pelbagai pihak untuk belajar budaya melalui fashion.

Amalia memaparkan studinya terutama soal pengalamannya saat menerima beasiswa sekolah fashion di ESMOD Prancis. ESMOD merupakan sekolah internasional di mana murid-muridnya berasal dari berbagai negara (Prancis, Tunisia, Aljazair, Jepang, Korea Vietnam, India, Turki, Swiss, Kanada, hingga Rusia)."Pada tahun 1996 saya pernah bersekolah di ESMOD Paris.

Banyak hal yang dapat saya peroleh dari bersekolah di luar negeri. Selain belajar untuk mengasah ilmu, banyak hal lain yang saya peroleh antara lain adalah bertambahnya wawasan dalam membuka hubungan internasional. Saya yang dulu bercita-cita menjadi diplomat, melalui sekolahi dan pekerjaan di Paris di dunia fashion, wawasan hubungan internasional saya berkembang," ujar Amalia.

Budaya lokal

Salah satu yang menjadi pusat perhatian dari penelitian Amalia yaitu mengenai konten budaya lokal. Merebak nya perkembangan budaya lokal di mata internasional merupakan tonggak penting yang perlu disadari dalam dunia fashion. Salah satu poin terpenting yaitu mengangkat budaya lokal Indonesia ke jagat fashion internasional.

Menurut Amalia, peluang itu sangat terbuka apalagi Indonesia memiliki pelbagai budaya daerah yang bisa menjadi kajian menarik para pendesain internasional. Bahkan, brand-brand ternama dunia macam Giorgio Armani saja sudah mulai mengembangkan desainnya ke arah lokal Indonesia seperti kun tenun.

Ada beberapa hal penting yani; mcnurut Amalia krusial untuk mengembangkan budaya lokal di tingkat internasional. Dalam makalahnya tersebut, ia lebih menyoroti persoalan perluasan jaringan relasi bisnis. Konteks hubungan internasional ia lihat sebagai bentuk ekspansi budaya. Salah satu yang memungkinkan yaitu terlibat langsung dalam setiap pergelaran fashion kelas dunia.

"Negara kita kaya dengan fashion artistik. Kita punya kehaya, batik, sarung, songket, dan masih banyak lagi. Pada intinya, mari kita membuat sebuah jati diri dalam dunia fashion seperti halnya kimono Jepang," tutur Amalia. Seorang pengamat budaya dan fash-ion, Malcolm Barnard pernah mengemukakan dalam bukunya Fashion as Communication bahwa fungsi retoris fashion untuk menentukan tempat dan ruang gerak fashion dalam membentuk dan memelihara aturan, ritual, dan tanggungjawab budaya. (Idhar Resma-di)

Tren Fashion 2009, More Colorful

MEMASUKI 2009, para pelaku dunia mode seperti pemilik butik dan desainer, sudah mempunyai prediksi tren yang menjadi hit. Terlihat di beberapa runway di sejumlah kota mode dunia seperti Milan, Paris, dan New York.

Di Milan, Italia beberapa runway telah memperlihatkan gaya, corak, motif, dan warna yang akan menjadi tren di 2009. Para desainer memainkan warna-warna cerah dan mengombinasikannya menjadi satu kesatuan.

Namun, warna hitam tetap jadi andalan karena tidak pernah out of date. Apa pun warna yang sedang ditampilkan, hitam selalu terlihat menghiasi panggung mode walau hanya sebagai detail pemanis. Selain hitam, beberapa warna yang diprediksi menjadi tren adalah warna-warna terang, tetapi lembut seperti beige atau abu-abu muda, lalu warna gold dan silver.

Tren mode pria pada 2009 ternyata lebih fun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya berkat pemilihan motif print serta tema piknik ala Moschino. Bahkan, Jessica Mischault dari International Herald Tribune berkomentar, "Hanya rumah mode yang memiliki kepribadian yang berani menampilkan motif print dengan detail yang quirky."

Sementara, tren yang dipresentasikan pada pekan mode di Paris, beberapa waktu lalu adalah gaya tak beraturan seperti asimetris yang diprediksi menjadi incaran para pencinta mode. Skinny jeans tetap akan berjaya pada 2009. Gaya androgini juga merupakan salah satu tren andalan Kota Paris.

Lihat saja gaya-gaya pakaian ala tuksedo pria dengan detail dasinya. Gaya klasik ini memang pernah populer, dan kini kembali dengan perpaduan ala boy meets girl. Koleksi androgini rumah mode Givenchy dan Louis Vuitton adalah yang selalu menjadi incaran pencinta mode. Tidak heran jika Paris menjadi sorotan media lantaran publik ingin tahu tren yang akan terjadi di kota tersebut.

Berdasarkan survei, Paris selalu menjadi urutan nomor satu kota mode yang paling pengaruh di dunia. Jelas saja, seorang polisi wanita dan pembaca meteran jalanan di Paris pun tetap mengenakan high-heels. "So fashion!" sebut desainer Marc Jacobs.

Sementara itu, dua kota mode, London dan New York, justru memperlihatkan tren yang sama. Laura Craik dari The Daily Mail menulis artikel tren 2009 akan lebih banyak model jumpsuit, detail frills, dan warna-warna yang menyenangkan.

Motif polkadot dan parrot print juga mendominasi panggung mode London dan New York. Lihat saja sejumlah koleksi rancangan desainer baru Peter Pilotto di New York Fashion Week untuk 2009.Warna-warna terang dan jaket ala kimono dengan motif parrot print mendominasi hasil karyanya. Untuk tren warna, New York dan London sejalan dengan Milan, yakni banyak menampilkan warna-warna terang ala buah-buahan seperti citrus, mangga, lime green, dan peach.

Salah satu tren mode yang akan menjadi incaran pada 2009 adalah mode transparan. Namun, mode tersebut dianggap kontroversial karena ini adalah satu-satunya mode yang menimbulkan pujian dan kritik sekaligus. Masalahnya, salah satu fungsi pakaian adalah menutupi tubuh.

Namun, dengan mode transparan, tubuh tidak akan tertutupi secara sempurna. Selanjutnya, bagaimana tren untuk aksesori? Untuk aksesori, syal dan kacamata besar masih menjadi favorit. Beberapa selebriti Amerika seperti Jessica Alba, Ni-cole Ritchie, Sienna Miller adalah penggemar sejumlah aksesori tersebut.

Tren tas pun mengikuti tren mode, mulai motif hingga warnanya. Motif print dan warna-warna terang akan mendominasi tren tas 2009. Tidak ada bentuk inovasi baru yang diberikan para desainer. Tas model boho, clutch, square tetap menjadi favorit.(sindo//nsa)

Sex is Fashion and Beauty Dunia Fotografi Fashion

Rentang perjalan dunia mode dunia sudah sepanjang peradapan manusia itu sendiri, tak pernah lepas diri kita akan busana yang kita gunakan dan bagai mana sebuah rancangan mode seorang perancang mode mengubah cara hidup kita, dan bagai mana kita memandang diri terhadap linkungan dan budaya.

Berkembang seiring dengan dunia mode, menciptakan secara pasti sebuah aliran yang sangat berkembang secepat perkembangan dunia mode itu sendiri, dan seiring mereka memberikan nuansa yang tak lagi menjadi apa yang awalnya diciptakan, tidak lagi sebagai medium acuan atau sebagai foto produk, ia berefolusi menjadi sebuah bentuk hasil olah rasa yang tinggi. Foto fashion tidak lagi berbentuk foto produk tapi berkembang menjadi aliran yang mengutamakan artistik tinggi yang mewakili rancangan itu sendiri dengan tingkat persaingan dalam menjual ide, konsep dan tidak hanya dari sisi rancangan mode, tapi juga tehnik fotografi, tata make-up dan rambut, tata gaya, tata ruang dan lain sebagainya yg menghasilkan sebuah karya seni. Banyak fotografer mode yang dalam bekerja tidak hanya mengandalkan crew (asistennya) saja tapi mereka sangat membutuhkan dan saya rasa kedudukan mereka sama dengan si fotografer, tak lain adalah sang fashion stylist, yg sangat bertanggung jawab akan keserasian mode yg dikenakan dengan konsep, ide dan mood yang akan dibangun oleh sang fotografer, atau yang diinginkan oleh client mereka. Satu orang lagi yang tak kalah pentinggya adalah si Make-up artist, dia juga sangat berpengaruh dalam menyulap seorang model yg tampak biasa menjadi seorang diva.

Banyak kita lihat karya-karya maestro fashion yang sangat elegan dan cantik dipamerkan diruang publik seperti bilboard, poster dan juga majalah-majalah mode. Jika kita ikuti perkembangannya dari tiap era maka apa yang dihasilkan oleh seniman foto atas sebuah rancangan mode tersebut selalu mewakili era tersebut, seperti era 40-an diman wanita masih sangat feminim dan tegar, kuat, namun sederhana, maka ide dan konsep fotonya tidak akan jauh dari foto2 yang menggambarkan sebuah garis rancangan mode yang sangat elegan dan glamour. Masuk dalam era psychedelic (70-an) atau yang kita kenal dengan generasi bunga, dimana semua gerakan ditujukan atas penentangan atas perang, maka mode dan konsep fotonya pun banyak yang tidak jauh dari gambaran mimpi, keindahan surga yang dicapai dari segala bentuk obat-obatan yang menjadi prima dona pada era itu.

Dalam perkembangan dunia foto fashion saat ini terjadi sebuah pengulangan bentuk penggarapan yang tercipta akan ispirasi masa-masa kejayaan duani fasion 40, 60-70-an, di mana masa 80 merupakan masa kegelapan dunia mode. Saya rasa era 80-an ini sudah dilupakan, karena ini adalah tahun dimana semua orang berlomba untuk menjadi orang aneh, fashionnya sangat artificial, namun memiliki khasnya era tersebut, era cupu kata anak sekarang. Penterjemahan akan sebuah konsep foto atas sebuah mode, tidak lagi terbatas akan era yang diwakilinya, banyak fotografer yang sudah merasa jenuh dengan gaya dan ide yang sangat monoton, yang hannya menonjolkan garis-garis rancangn dari sang perancang mode, atau sang perancang mulai menutupi rahasia rancangannya agar tidak mudah di bajak seperti vcd dan dvd yang dengan mudahnya didapat di glodok dan ratu plasa, hemmmmm siapa yang tau.

Di mana batas antara sebuah foto porno, art nude dan foto sopan sudah tidak ada batas, maka makin meraja lela ide dan konsep yang disodorkan ke halayak penikmat mode, seperti kita liat foto-foto promo produk Guess, yang sangat jelas membaurkan batasan-batasan antara sensualitas dan keindahan (bisa tubuh, bisa produknya bisa yang .....). Atau rankaian foto promo produk Dior, dengan model yang berkeringat disekucur tubuhnya dan menari bak cewek yang sedang menikmati sensualitasnya, atau Burberry, sebuah produk baju yang dgambarkan dengan seorang wanita berpenampilan dengan kelas yang sanagt jelas yautu golongan A dengan baju seperti era 40-an namun sedikit nakal, digambarkan dengan cara duduk si model yang seperti laki-laki sehingga tersingkap belahan bagian tengah rok tersebut hingga tersingkap -maaf- celana dalamnya, namun dengan eksekusi hitam putih dan set ruang dan tata gaya yang sangt menunjang foto ini tidak tampak foto murahan dan yg bisa mengundang kaum feminis mengamuk...tidak sama sekali.

Kini eksploitasi sex tidak lagi ada perbedaanya di dunia fotgrafi, disaat dunia fashion jenuh akan eksekusi fotografi yang monoton, eksekusi semacam ini menjadi sebuah pencerahan dan memang sex adalah sumber inspirasi yang tidak pernah habisnya, seperti kitab Kamasutra, yang selalu ingimn digali dan difahami sebagai sebuah gaya hidup modern. Dimana posisi-posis gaya yang awalnya hanya dilakukan oleh bintang-bintang porni atau panggung penari erotis, kita bingkai-bingkai foto itu dipindahkan oleh fotografer-fotografer abad ini ke lembar foto atau majalah fashion sebagai bentuk seni yang tidak murahan, seperti Bhetina Reims, David Lachapelle, Jurgen Tylor, Mchiell Thomson, Nick Knight, dan masih banyak lagi, mereka bukan fotografer kacangan atau yng baru muncul, eksekusi mereka tidak lagi berdasarkan tehnik semata, tapi berdasarkan konsep, bmereka bekerja berdasarkan konsep, ide dan fashion itu sendiri.

Perancang Dunia Meramaikan Peragaan Busana Milan

Liputan6.com, Milan: Perhatian pemerhati dunia mode dunia kini tengah tertuju ke Milan, Italia. Maklum, di kota tersebut sedang digelar pekan pergelaran busana para perancang Italia dari berbagai rumah mode terkenal. Sejak Senin (23/9), mereka mulai memperkenalkan koleksi musim semi dan musim panas 2003-nya. Sekitar 100 acara peragaan busana akan digelar hingga 1 Oktober mendatang. Acara ini juga akan menampilkan karya rancangan terbaru desainer ternama kelas dunia, seperti Armani, Dolce dan Gabbana serta Christian Lacroix.

Rumah Mode Luciano Soprani, mengawali pekan peragaan busana Milan tersebut. Soprani juga menggelar koleksi musim semi dan panas 2003-nya. Koleksi Soprani terdiri dari berbagai busana yang terbuat dari bahan halus, seperti sutra atau sifon. Kebanyakan busana menggunakan garis potongan yang sederhana, namun bergaya. Diharapkan, dengan paduan itu busana dapat digunakan untuk bersantai, seperti di pantai atau di bar sekitar pantai.

Sementara itu, koleksi keluaran Rumah Mode Clips juga membawa atmosfer pantai. Busana yang ketat menempel di tubuh karya Clips ditampilkan dalam warna-warna karamel, gading, atau begie pucat. Kali ini, Clips juga mengenakan berbagai aksen pemanis, misalnya hiasan manik-manik atau payet yang memberi nilai tambah dalam rancangan.(DEN/Idr)

BAGAIMANA PERKEMBANGAN TREND 2010

Bagi Anda para fashionista, rasanya kurang lengkap tampil menawan tanpa sentuhan trend fashion yang akan anda kenakan. Agar penampilan terlihat sempurna dan semakin memesona, serangkaian tren 2010 patut Anda lirik dan menjadi acuan.

Folklore merupakan salah satu bagian yang akan mendominasi trend fashion tahun 2010. Di musim Spring-Summer 2010 ini, para fashionista dapat melirik beberapa tren koleksi fashion terbaru. Misalnya, sentuhan busana ala Rusia yang akan diperkenalkan ke tengah masyarakat.

Yang akan menjadi tren koleksi fashion di tahun ini, misalnya busana berbahan bulu binatang, maupun juga animal print, akan menjadi bagian yang terbesar yang tak boleh terlewatkan. Tak hanya itu, sentuhan baju fashion di masa lalu pun masih akan mendominasi tahun ini, seperti sentuhan tren sirkus.

Sedangkan yang dikemas secara menarik mengisi tahun 2010 adalah tren busana model boho atau yang lebih dikenal dengan bohemian. Meski tak terbilang baru, tren ini juga telah mengisi tahun sebelumnya. Cutting yang tajam, aksesoris dan motif print akan semakin bervariasi tak hanya sebagai sentuhan pemanis belaka.

Aktris Sienna Miller-lah yang kali pertama mengenalkan model boho pada 2004 lalu kepada para fashionista. Tepat di musim panas kemarin, dia memperkenalkan busana fashion terbaru berbahan bulu binatang, yang dikemas secara apik dalam sebuah acara festival.

Sentuhan busana cowboy seperti Wild West dan Orient pun akan menjadi daya tarik di tahun ini. Selain itu, tren 2010 ini pun terinspirasi dari busana Rusia berupa rok dengan sentuhan print.

Kehadiran folk dress beserta obi pun masih menghiasi tren koleksi baju tahun ini. Begitu pula folk jaket dengan model print yang terlihat lebih berwarna dan bervariasi.

Sementara Roberto Cavalli dan Chrsitian Lacroix lebih fokus pada aksen print dalam setiap koleksi dress panjang dan tanggung yang dipadukan dengan kalung cantik untuk mempermanis penampilan.

Dengan konsep berbeda tahun ini, Anda akan terlihat semakin memesona. Jangan ragu untuk memadukan model baju yang Anda miliki dengan berbagai aksesoris, dan kini saatnya tampil sebagai bintang dalam setiap kesempatan.

MENGEJAR KETERTINGGALAN
Oleh Lily yulianti Farid

Industri mode Jepang telah lama terjepit di antara kepopuleran rancangan rumah mode Barat dan banjirnya produk murah dari negara Asia. Jadi, meskipun perancang mode Jepang mendapat tempat di dalam negeri, tetapi obsesi menembus pasar luar negeri tetap menjadi cita-cita yang sulit diwujudkan banyak perancang di sana.

Perancang senior yang berjaya di panggung internasional seperti Issey Miyake dan Yohji Yamamoto adalah keberhasilan langka yang sulit diikuti perancang Jepang generasi berikutnya.

Untuk mewujudkan obsesi menembus pasar dunia sekaligus menjadikan Tokyo titik penting industri mode internasional, Japan Fashion Week (JFW) yang digelar 31 Oktober-9 November lalu di Meiji Memorial Picture Gallery di Aoyama, dirancang menjadi motor penggerak industri mode Jepang.

Trotoar di sepanjang Aoyama dan Omotesando yang menjadi lokasi butik ternama seperti Christian Dior, Gucci, dan Prada dipenuhi spanduk JFW. Selama 10 hari, 53 perancang menggelar karya mereka, 35 perancang muda membuat pameran hasil kolaborasi dengan perusahaan tekstil, berlangsung simposium industri mode, kampanye J Groove untuk meningkatkan kecintaan pada produk dalam negeri, hingga seminar tren warna Asia.

JFW bertujuan membangun sinergi semua sektor terkait, dari industri tekstil di hulu hingga desainer di hilir. Dunia mode Jepang sebenarnya amat dinamis berkat karakter masyarakat kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan Kyoto, yang sangat sadar mode, tetapi selama ini setiap sektor bekerja sendiri dan kolaborasi sebelumnya tidak terpikirkan.

Gentaro Noda, desainer pakaian pria ”Iliad” menuturkan, sejak tahun 2004 ia mempersiapkan promosi langsung karyanya di Paris atau Milan. ”Tetapi, ketika panitia menghubungi untuk ikut JFW dan menjamin akan hadir pembeli potensial dari luar, saya all out dengan koleksi musim gugur. Hasilnya di luar dugaan, saya mendapat enam pembeli dari London, Hongkong, dan Paris. Sekarang saya berkonsentrasi untuk JFW musim semi tahun depan,” tutur Noda, lulusan St Martin’s Fashion School, London.

Didukung pemerintah

JFW merupakan proyek yang didukung penuh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang. Kolaborasi antara perancang dan produsen tekstil ada yang berbulan-bulan karena perancang dilibatkan sejak awal produksi di pabrik tekstil.

Karakter desain paling menonjol dalam JFW ini antara lain keahlian memadu-padan bahan berpola cetak unik dengan teknik jahit yang rumit. Dalam beberapa rancangan, warna khas Asia seperti merah dan hijau terang muncul dalam wujud inspirasi beragam, seperti karya Toru Kato dan Misako Hayashi yang berlabel ”Zin Kato/Cup”.

Menurut pengamat mode Jepang, Martin Webb, perancang Jepang banyak yang mengenyam pendidikan mode Eropa. Pengetahuan desain asli Jepang yang dipadukan dengan teknik mode Barat menjadi modal luar biasa. Hanya saja, mereka kurang promosi.

”Kita melihat munculnya perancang sekaliber Issey Miyake, tetapi keberhasilan semacam tidak diciptakan melalui strategi dari dalam. JFW adalah awal bagus untuk memulai sinergi antara desainer dan industri tekstil. Sayangnya, mengapa sinergi semacam ini baru terjadi setelah 20 tahun industri ini stagnan?”

Barangkali kalimat bijak lebih baik terlambat daripada tidak bertindak sama sekali merupakan gambaran tepat JFW. Seperti dikatakan Ketua Dewan Strategi Fashion Jepang, Akira Baba, JFW adalah titik tolak mewujudkan Tokyo menjadi kiblat mode dunia.

*Lily Yulianti Farid Penulis tinggal di Tokyo, bekerja untuk NHK World.