Hubungan Internasional di Dunia "Fashion"
DALAM bukunya Monuiarching A Field Guide lo Human Be-havi-our (1977), Desmond Morris mengungkapkan bahwa pakaian tak semata sebatas alat penutup badan, tetapi ia adalah produk budaya. Menurut dia, pakaian menampilkan peran sebagai pajangan budaya (cultural display) karena salah satu fungsinya sebagai ko-munikasi afiliasi budaya. Tesis tersebut terlihat ke-tika kita mengenali negara atau daerah berdasarkan dari pakaian yang dikenakan.
"Untuk itu, kita tahu kimono dari Jepang, kain sari khas India, dan sebagainya. Itu karena ada pengaruh hubungan internasional dalam fashion ujar Amalia Iskandar dalam presentasinya menyoal "Hubungan Internasional di Dunia Mode" pada di Auditorium CCF lalu.
Dalam paparan makalahnya, dunia fashion tak pelak dipaparkan secara detail dalam kacamata seorang antropolog Kki.iv.i. Manfaat hubungan internasional dalam fashion antara lain mengetahui budaya dan bahasa suatu daerah, mengamati kajian antropologi dan perilaku seseorang, membangun relasi bisnis, dan mengekspansi budaya.
Salah satu poin penting yang bisa diambil bagaimana konstruksi mempengaruhi antarbudaya sehingga dunia desainer berkembang lebih luas. Hingga tak hanya desain, persoalan budaya semisal anatomi tubuh hingga warna kulit pun perlu dipertimbangkan dalam mendesain fashion. Apalagi warga negara dunia yang majemuk memungkinkan pelbagai pihak untuk belajar budaya melalui fashion.
Amalia memaparkan studinya terutama soal pengalamannya saat menerima beasiswa sekolah fashion di ESMOD Prancis. ESMOD merupakan sekolah internasional di mana murid-muridnya berasal dari berbagai negara (Prancis, Tunisia, Aljazair, Jepang, Korea Vietnam, India, Turki, Swiss, Kanada, hingga Rusia)."Pada tahun 1996 saya pernah bersekolah di ESMOD Paris.
Banyak hal yang dapat saya peroleh dari bersekolah di luar negeri. Selain belajar untuk mengasah ilmu, banyak hal lain yang saya peroleh antara lain adalah bertambahnya wawasan dalam membuka hubungan internasional. Saya yang dulu bercita-cita menjadi diplomat, melalui sekolahi dan pekerjaan di Paris di dunia fashion, wawasan hubungan internasional saya berkembang," ujar Amalia.
Budaya lokal
Salah satu yang menjadi pusat perhatian dari penelitian Amalia yaitu mengenai konten budaya lokal. Merebak nya perkembangan budaya lokal di mata internasional merupakan tonggak penting yang perlu disadari dalam dunia fashion. Salah satu poin terpenting yaitu mengangkat budaya lokal Indonesia ke jagat fashion internasional.
Menurut Amalia, peluang itu sangat terbuka apalagi Indonesia memiliki pelbagai budaya daerah yang bisa menjadi kajian menarik para pendesain internasional. Bahkan, brand-brand ternama dunia macam Giorgio Armani saja sudah mulai mengembangkan desainnya ke arah lokal Indonesia seperti kun tenun.
Ada beberapa hal penting yani; mcnurut Amalia krusial untuk mengembangkan budaya lokal di tingkat internasional. Dalam makalahnya tersebut, ia lebih menyoroti persoalan perluasan jaringan relasi bisnis. Konteks hubungan internasional ia lihat sebagai bentuk ekspansi budaya. Salah satu yang memungkinkan yaitu terlibat langsung dalam setiap pergelaran fashion kelas dunia.
"Negara kita kaya dengan fashion artistik. Kita punya kehaya, batik, sarung, songket, dan masih banyak lagi. Pada intinya, mari kita membuat sebuah jati diri dalam dunia fashion seperti halnya kimono Jepang," tutur Amalia. Seorang pengamat budaya dan fash-ion, Malcolm Barnard pernah mengemukakan dalam bukunya Fashion as Communication bahwa fungsi retoris fashion untuk menentukan tempat dan ruang gerak fashion dalam membentuk dan memelihara aturan, ritual, dan tanggungjawab budaya. (Idhar Resma-di)
0 Response to " "
Posting Komentar